Latte Factor, Kebiasaan-kebiasaan Kecil yang Ngerugiin Dompet, Gan!


Latte Factor, Kebiasaan-kebiasaan Kecil yang Ngerugiin Dompet, Gan!


Tau, kah?


Jadi nih, Istilah ini menjadi terkenal di awal tahun 2017 ini setelah dicetuskan oleh David Bach, seorang motivator, publik figur sekaligus pengusaha yang sukses dengan bukunya yang bertajuk Finish Rich.

Latte Factor, Kebiasaan-kebiasaan Kecil yang Ngerugiin Dompet, Gan!
ini dia si David Bach

Quote:Istilah latte factor sendiri merujuk pada kebiasaan orang-orang yang sering mengeluarkan uang untuk hal-hal kecil setiap hari, seperti misalnya membeli kopi. Jika dilihat, uang yang dikeluarkan untuk membeli kopi setiap harinya memang kecil, berkisar antara Rp. 10.000 - Rp. 20.000, tapi kalo dikalikan sebulan, jumlahnya besar, lho!

Itu baru kopi. Belum termasuk pengeluaran-pengeluaran remeh lainnya yang berdampak besar. Yup, latte factor bukan sekedar membahas soal pengeluaran kita membeli kopi, tapi juga pengeluaran-pengeluaran lain yang sering kita lakukan setiap hari.

Apa saja sih daftar “Latte Factor” ini? Yuk, cek sama-sama:

1. Acara Nongkrong Bareng Teman
Latte Factor, Kebiasaan-kebiasaan Kecil yang Ngerugiin Dompet, Gan!

Kelihatannya sih sepele. Kumpul bareng teman atau rekan kerja selepas jam kantor di sebuah cafe. Pengeluarannya pun mungkin tidak mencapai Rp. 100.000/orang. Tapi coba hitung jika semisal acara kumpul-kumpul ini terjadi seminggu 3 kali. Dalam satu bulan berarti ada 12 kali kumpul bareng teman di cafe. Coba hitung berapa pengeluarannya deh, Sahabat Kredina..

2. Kegiatan Nonton Film
Latte Factor, Kebiasaan-kebiasaan Kecil yang Ngerugiin Dompet, Gan!

Tenang. Menonton film memang hiburan tersendiri, terutama untuk Anda yang sulit sekali menyisihkan waktu untuk berlibur keluar kota. Tapi kan bukan berarti setiap film yang rilis di bioskop harus ditonton, bukan? Oke, hal ini lumrah kok jika Anda memang pekerjaannya membuat review film, namun jika tujuan Anda nonton film untuk cari hiburan, seminggu sekali atau sebulan 2 kali saja sih cukup ya. Pilihlah film yang memang benar-benar bagus. Tonton film lainnya lewat DVD atau streaming berbayar.

3. Rajin Berbelanja Online
Latte Factor, Kebiasaan-kebiasaan Kecil yang Ngerugiin Dompet, Gan!

Mungkin yang dibeli adalah cuma ikat rambut. Atau kaos yang tidak terlalu mahal. Namun jika ditotal, dalam sebulan terjadi banyak banget belanja online. Nah, belanja online ini “latte factor” nya bisa dibilang cukup gawat, Sahabat Kredina. Mulai dari jumlah belanjaan, yang terlihat sedikit, namun karena sering dilakukan, akhirnya menjadi banyak. Ditambah dengan pembayaran yang biasanya dilakukan transfer antar bank. Iya, sepele sih. Paling biaya transfer antar bank itu Rp. 6000. Tapi kalo dalam satu bulan ada transaksi sampai 15 kali, hitungannya lumayan juga lho.

4. Jajan Sehari-hari
Latte Factor, Kebiasaan-kebiasaan Kecil yang Ngerugiin Dompet, Gan!

Bakso, siomay atau gorengan memang menggoda ya, Gan. Tapi kalo baru satu jam sebelumnya makan siang kemudian sudah jajan lagi, wah pengeluaran bisa jebol sih. Belum lagi ke minimarket, niatnya cuma beli sabun, eh keterusan membeli snack, minuman kemasan dan lainnya. Lagi, pengeluaran yang seharusnya tidak terjadi. Dari sini aja sudah terlihat ada berapa banyak pengeluaran yang terjadi padahal tidak seharusnya. Iya, kan? emoticon-Big Grin

5. Uang Pulsa Bulanan
Latte Factor, Kebiasaan-kebiasaan Kecil yang Ngerugiin Dompet, Gan!

Nah, yang ini pun seringkali gak masuk hitungan nih, Gan. Padahal, kalau dihitung, dalam 1 bulan pengeluaran untuk pulsa kerasa banget. Pulsa apa? Bisa pulsa telepon, pulsa internet, pulsa listrik atau malah semuanya. Terutama pulsa telepon dan internet, seringkali kita tidak bisa kontrol, jadinya sering banget beli pulsa yang berujung pada pengeluaran yang agak banyak di post ini.


Dan tentunya masih banyak daftar “Latte Factor” yang pastinya sering terjadi namun kurang kita sadari karena terlihat kecil nilainya. Namun, kalau terus-terusan didiamkan, pastinya akan terasa bahwa pengeluaran ini begitu besar efeknya, terutama untuk kesehatan dompet.

Yang pasti, kredinaid bukan mengajak Agan dan Aganwati untuk berhenti melakukan pengeluaran-pengeluaran ini. Paling tidak dengan sedikit mengendalikan dan mengontrol, tentu keuangan kita akan lebih sehat.
LihatTutupKomentar